Pandangan Para Ulama Dunia terhadap ulama Wahhaby Muhammad ibnu Abdul Wahab


Bismillah..

Berikut kami kutipkan tulisan tentang ulama Muhammad bin Abdul Wahhab dalam pandangan ulama yang bersumber dari buku berjudul “Lumbung Dinar Jaringan Islam Radikal dan pertikaian faksi-faksi Wahabi”  yang disusun oleh JASSiRA  (Jaringan Santri Salafi Rahmatan lil ‘Alamin) , Cetakan Pertama , Maret 2010, Penerbit Jassira Press, Gubug Jaringan Santri Salafi Rahmatan lil ‘Alamin, Kawasan Pesantren Salaf, Jalan Imogiri KM 11 Bantul, Yogyakarta.
Kami kutipkan apa adanya tanpa perubahan dari halaman 17 sampai dengan halaman 22, sehingga yang akan terbaca adalah mengikuti gaya penulisan para penyusun buku tersebut.
***** awal kutipan *****
Muhammad bin Abdul Wahhab ini sebenarnya berasal dari keluarga yang mulia. Ayahnya, Syeikh Abdul Wahab dan saudaranya, Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab, adalah dua orang yang dianggap saleh oleh para pemuka agama setempat. Berbeda dengan Muhammad bin Abdul Wahhab yang diakui sesat dan menyesatkan oleh mayoritas ulama sedunia. Baca saja kitab Fitnah al Wahabiyah karya Syeikh Ahmad bin Dahlan al Makki asy Syafi’i, sang mufti Makkah yang wafat pada tahun 1304H. Beliau sering menyebut Muhammad bin Abdul Wahhab dengan sebutan al Khabits yang artinya Si Busuk.
Muhammad bin Abdul Wahhab mempunyai ajaran sesat bahwa Ziarah Kubur dan Tawassul merupakan perbuatan syirik. Begitu juga dengan upacara Maulid maupun dzikir dzikir ala tarekat sufi.
Abdul Aziz Sukarnawadi dalam situsnya http://www.aziznawadi.net menyatakan bahwa salah seorang pendukung Muhammad bin Abdul Wahhab adalah Muhammad bin Su’ud (Saud), sehingga hal itu membuat para ulam setempat semakin serius melakukan berbagai penyanggahan, termasuk saudara kandungnya sendiri, Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahab melalui dua karya tulis berjudul “al Shawa’iq al Ilahiyah fi al Raddi ala al Wahabiyah” dan  “Fashl al Khitab fi al Raddi ala Muhammad bin Abdil Wahab
Tak terkecuali Syeikh Muhammad Al Kurdi, guru terbesar Muhammad bin Abdul Wahab yang secara tegas mengatakan “Wahai Muhammad bin Abdul Wahab, demi Allah aku menasihatimu, hentikan ulahmu terhadap umat Islam. Apabila engkau menemukan seorang meyakini suatu pengaruh dari selain Allah maka luruskanlah keyakinannya secara baik baik dan sebutkan dalil dalilnya bahwa Allahlah yang mempengaruhi. Apabila ia masih dalam kesesatan, maka kekufurannya dari dan untuk dirinya. Janganlah kamu seenaknya mengkafirkan mayoritas umat Islam yang hidup di dunia, sebab hal itu akan mengantarmu ke neraka
Setelah merincikan sisi-sisi historis, selanjutnya Syeikh Ahmad bin Dahlan al Makki menyimpulkan bahwa fitnah Wahabi yang digagas Muhammad bin Abdul Wahab merupakan suatu musibah dan malapetaka terbesar yang pernah menimpa umat Islam sepanjang sejarah. Bagi beliau, virus-virus Wahabi sebetulnya telah diisyaratkan dalam banyak riwayat hadits sebagai peringatan untuk berhati-hati agar umat Islam tidak mudah ditipu dan dipermainkan.
Merampok Nisbat Ahlus Sunnah
Ironinya, golongan Wahabi belakangan ini sengaja mengubah namanya menjadi Salafy maupun Ahlus Sunnah. Dua nama ini sama sekali tak pantas bagi mereka yang sudah jelas-jelas sesat di mata jumhur. Terlebih nama Salaf ash Shalih yang berarti pendahulu yang saleh. Muhammad bin Abdul Wahhab bukanlah orang saleh dan bukan pula pengikut ulama terdahulu. Syeikh Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi, ulama Syiria, menegaskan dalam kitabnya as Salafiyah bahwa kata salaf hanya teruntukkan bagi mereka para pendahulu yang hidup di masa yang berbarakah, bukan untuk menjadi sebuah nama bagi golongan khawarij modern yang sesat.
Begitu juga dengan nama Ahlus Sunnah atau Sunni. Pembajak nisbat Ahlus Sunnah ini secara tak senonoh mengklaim bahwa mayoritas umat Islam di atas permukaan bumi tidak tergolong Ahlussunnah wal Jama’ah, semisal kelompok Asy’ari, Maturidi maupun sufi, sebab tak sejalan dengan Wahabi. Penamaan Salafy dan Ahlus Sunnah sebetulnya hanyalah upaya menutupi belang di sekujur tubuh untuk memperbanyak massa. Itulah jahatnya Wahabi.
Mungkin ada pihak yang berkeberatan bila sosok populer seperti Muhammad bin Abdul Wahab (yang buku-bukunya terjual laris manis di mana mana) ditentang sedemikian rupa. Dalam hal ini Abdul Aziz menegaskan bahwa rasa keberatan itu merupakan bukti kuat bahwa yang bersangkutan sama sekali belum mengenal siapa sejatinya Muhammad bin Abdul Wahab. Pro-Kontra damai antar ulama  merupakan sebuah keniscayaan yang perlu kita hargai, akan tetapi Muhammad bin Abdul Wahab adalah pengecualian terpenting. Sebab ia bukan ulama, ia hanyalah si busuk (meminjam istilah Syeikh Ahmad bin Dahlan al Makki) yang terlanjur di ulama kan oleh para pentaklid butanya. Syeikh Muhammad Mutawali Asy Sya’rawi adalah salah seorang ulama masyhur kontemporer yang secara tegas menjuluki bodoh kepada kaum Wahabi.
Sungguh banyak karya para ulama seputar kesesatan Muhammad bin Abdul Wahab dan ajaran ajarannya. Antara lain Kitab,
al Wahabiyyun wal Buyut al Marfu’ah karya Syeikh Muhammad Ali al Kardistani,
al Wahabiyah wa al Tauhid karya Syeikh Ali Al Kaurani,
al Wahabiyah fi Shuratiha al Haqiqiyah karya Syeikh Sha’ib Abdul Hamid,
al Durar al Saniyah fi al Raddi ala al-Wahabiyah karya Syaikh Ahmad bin Zaini Dahlan,
Kasyf al Irtiyah fi Atba’ Muhammad bin Abdil Wahab karya Syeikh Muhsin Al Amin
Hadzihi Hiya al Wahabiyah karya Syeikh Muhammad Jawwad dan masih banyak lagi kitab-kitab terpecaya lainnya.
Mufti Mesir, Syeikh Ali Jum’ah al Syafi’i dalam sebuah fatwanya menegaskan, bahwa jaringan Wahabi gemar menipu umat dan menyembunyikan kebenaran demi kepentingan politik. Jaringan Wahabi sangat anti kepada hadits-hadits dha’if, namun di waktu yang sama mereka mendha’ifkan bahkan memaudhu’kan semua hadits yang tak sehaluan dengan pemikiran pemikiran mereka. Syeikh Ali Jum’ah amat menyayangkan sekte Wahabi yang mengharamkan dzikir berjama’ah, dzikir berdiri, dzikir isim mufrad, memuji Rasul, shalat di masjid yang ada maqamnya, bersumpah demi Rasul, menggunakan tasbeh dan masih banyak lagi korban pengharaman jaringan orang-orang bodoh ini.
Mugkin yang halal bagi mereka hanyalah darah orang-orang yang tak sepaham dengan kesesatan mereka.
Senada dengan Syeikh Ali Jum’ah adalah Habib Ali al Jufri, ulama negeri Yaman yang sangat mengenal Wahabi. Beliau mengatakan bahwa Wahabi jelas jelas membenci Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan embgkafirkan kedua orang tua beliau. Seolah mereka telah duduk kipas-kipas di surga lalu melongok ke neraka, menginventarisir siapa saja yang ada di sana.
Menurut Habib Ali al Jufri, misi jaringan Wahabi tiada lain kecuali menjauhkan hati umat dari cinta kepada Rasul shallallahu alaihi wasallam, sebab musuh-musuh Islam tak mampu melakukannya secara terang-terangan. Pembaca dapat membuktikan dengan mudah kebencian Wahabi terhadap Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan agama Islam. Selain mengkafirkan orang tua Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, mereka juga merendahkan martabat Ahlul Bait, menyalahkan Sahabat, mengharamkan tabarruk, maulid, tawassul, pujian kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, lalu menggusur dan memusnahkan jejak jejak Rasul shallallahu alaihi wasallam, membatasi dan menghalangi ziarah ke kubur Rasul, mendha’ifkan atau memaudhu’kan banyak hadits shahih, bahkan kini mengharamkan keberadaan kubur Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dengan dalil yang sangat dipaksakan.
rujukan sumber dari situs http://mutiarazuhud.wordpress.com/2012/09/24/pandangan-ulama-lain/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • wong tegal anti faham Takfir

  • Page Aswaja di facebook

  • suwuk aswaja
  • Wong tegal anti wahhabi
  • Forum Aswaja Indonesia
  • Membongkar Kesesatan Wahhabi
  • Aqidah Aswaja
  • tempat ngopine wong tegal

    Akmal Mandala di Larangan mendengarkan melihat…
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Bergabunglah dengan 312 pengikut lainnya

  • Komentar Terbaru

    Akmal Mandala di Larangan mendengarkan melihat…
    Ardians Faqih di DUSTA ATAS NAMA IMAM SYAFI…
    Maryanto Yans di MAULID NABI MUHAMMAD SAW
    Faried Zeus di Larangan mendengarkan melihat…
    Ukasyah Ibn di Larangan mendengarkan melihat…
  • Top Posts & Halaman

  • %d blogger menyukai ini: