Bacaan USHOLLI saat sholat


Bismillah.. Setiap menunaikan shalat, warga Nahdliyyin selalu membaca usholli sesaat sebelum Takbiratul Ihram, dan sudah barang tentu dengan menyebutkan rakaat, shalat ada’, menghadap qiblat dan ditunaikan hanya karena Allah. Kepada golongan yang suka membid’ahkan kita sehubungan dengan bacaan usholIi tersebut, perlu kita beri penjelasan : 1. Yang dinamakan shalat adalah : ucapan dan perbuatan kita sejak takbir sampai salam. Sabda Nabi SAW. : مفتاح الصلاة الطهور وتحريمها التكبير وتحليلها التسليم. [رواه أحمد] Artinya : “Kuncinya shalat adalah bersuci, ihramnya adalah takbir dan tahallulnya adalah salam” (HR. Ahmad) 2. Bacaan usholli sebelum Iakbir tidak termasuk substansi shalat. Ini berarti kita kita tidak menambah amalan shalat. Jadi hal tersebut tidak bid’ah sebagaimana yang mereka tuduhkan. 3. Membaca usholli dan seterusnya sebelum takbir hukumnya sunat, karena di dalamnya ada beberapa fa’idah, antara lain: a. Menuntun hati kita agar berkonsentrasi dalam beribadah secara maksirnal. b. Mengingatkan jiwa dan pikiran kita kepada tujuan shalat, yakni hanya mencari keridlaan Allah SWT. semata. Jangan sampai lisan kita sudah mernbaca takbir, tetapi jiwa dan pikiran kita belum siap dan masih teringat urusan selain shalat. Syaikh Muhammad Amin al-Kurdi dalam kitabnya Tanwirul Qulub menerangkan: ويسن النطق بالمنوي ونية الأداء أو القضاء والإضافة إلى الله تعالى والاستقبال وعدد الركعات. اهـ Artinya: “Disunatkan mengucapkan shalat apa yang diniatkan, shalat ada’ atau qodlo’, menyandarkan shalatnya kepada Allah, menghadap qiblat dan bilangan rakaat”. Sayyid Bakri dalam kitabnya I’anatut Thalibin juga menerangkan : ويسن في النية إضافة إلى الله تعالى خروجا من خلاف من أوجبها وليتحقق معنى الإخلاص ….. إلى أن قال : وسن نطق بمنوي قبل التكبير ليساعد اللسان القلب. [إعانة الطالبين 1/129-130 Artinya : “Disunatkan menyandarkan niat kepada Allah SWT. karena ada sebagian ulama yang mewajibkannya dan lagi untuk memantapkan makna ikhlas ….. sampai kata-katanya : dan disunatkan pula mengucapkan shalata apa diniaikan sebelum takbir, agar lisan ini bisa membantu mengkonsentrasikan maksud dalam hati” Berdasarkan beberapa keterangan tersebut di atas, mulai devinisi shalat menurut syara’, tata cara berniat sampai pendapat sebagian ulama yang mewajibkan mengucapkan lafadzya niat dengan lisan lengkap dengan berbagai argumentasi dan penjelasan tentang hikmahnya, maka jelaslah bagi warga kita bahwa bacaan usholli sebelum niat itu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara syar’i. Meskipun demikian, kita harus bersikap toleransi (tasamuh) serta menghargai keyakinan amaliyah orang lain yang tidak baca usholli.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • wong tegal anti faham Takfir

  • Page Aswaja di facebook

  • suwuk aswaja
  • Wong tegal anti wahhabi
  • Forum Aswaja Indonesia
  • Membongkar Kesesatan Wahhabi
  • Aqidah Aswaja
  • tempat ngopine wong tegal

    Tajana Herdy di Larangan mendengarkan melihat…
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Bergabunglah dengan 312 pengikut lainnya

  • Komentar Terbaru

    Tajana Herdy di Larangan mendengarkan melihat…
    Tajana Herdy di Larangan mendengarkan melihat…
    rahmatsg di Larangan mendengarkan melihat…
    rahmatsg di Larangan mendengarkan melihat…
    Akmal Mandala di Larangan mendengarkan melihat…
  • Top Posts & Halaman

  • %d blogger menyukai ini: