Yazid bin Abdul Qadir Jawwas terperanjat ketika hujahnya dapat di patahkan (Hadist ahsan dianggap palsu tentang fadilah membaca YASIN)


Pembaca budiman mari kita coba bongkar ajaran salafy wahhabi yang suka utak atik hadist baik ulamanya maupun asatidnya..yazid jawaz berkata bahwa hadist dibawah ini adalah maudhu alias palsu namun nanti dulu coba baca selengkapnya supaya tdak taklid kepada ustad yang satu ini…
” Siapa yang membaca surat Yasin dalam suatu malam,
maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya dan
siapa yang membaca surat Ad-Dukhan pada malam Jum’at maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya”.(Ibnul Jauzi, Al-Maudhu’at, 1/247).
Keterangan :
Hadits ini Palsu.

Ibnul Jauzi mengatakan, hadits ini dari semua jalannya
adalah batil, tidak ada asalnya.

Imam Daruquthni berkata : Muhammad bin Zakaria yang
ada dalam sanad hadits ini adalah tukang memalsukan
hadits. (Periksa : Al-Maudhu’at, Ibnul Jauzi, I/246-247,
Mizanul I’tidal III/549, Lisanul Mizan V/168, Al-Fawaidul
Majmua’ah hal. 268 No. 944).
Gambar
(Oleh Syaikhuna wa Ustadzuna Yazid bin Abdul Qadir Jawwas)
———————————————————————–
ini bantahan buat ustad yang coba utak atik hadist…
“Barangsiapa membaca (surat) Yasin pada malam hari dengan mengharap keridoan Allah, ia akan diampuni (dosanya).”

Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam “Shahih”nya, Ibnus Sunni dalam “Amalul Yaumi wal Lailah”, Al Baihaqi dalam “Syuabul Iman” dan lain-lain.

Imam Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya tentang hadits ini, “Sanadnya bagus.”

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitabnya “Nataijul Afkar fi Takhriji Ahaditsil Adzkar” berkata tentang hadits tersebut:

هذا حديث حسن

“Ini adalah hadits hasan.”

Imam Suyuthi mengatakan tentang hadits ini:

هذا إسناد على شرط الصحيح

“Ini adalah sanad yang sesuai standar shahih.” (Sumber: Kitab “Al-La’ali Al-Mashnu’ah” karya Imam Suyuthi)

Imam Syaukani berkata:

حديث من قرأ يس ابتغاء وجه الله غفر له رواه البيهقي عن أبي هريرة مرفوعا وإسناده على شرط الصحيح وأخرجه أبو نعيم وأخرجه الخطيب فلا وجه لذكره في كتب الموضوعات

“Hadits: Barangsiapa membaca Yasin dengan mengharap ridho Allah, ia akan diampuni. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Abu Hurairah secara marfu’ dan sanadnya sesuai standar Shahih. Diriwayatkan juga oleh Abu Nu’aim dan Al-Khathib. Maka, tidak ada alasan memasukkan hadits tersebut ke dalam kitab hadits-hadits maudhu’ (palsu).”

(Sumber: Al-Fawaid Al-Majmu’ah karya Imam Syaukani 1/303 Bab Fadhlul Qur’an, Maktabah Syamilah)

Kedua: “Bacakanlah surat Yasin atas orang yang hampir mati di antara kamu.” Riwayat Abu Dawud dan Nasa’i. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban. (Bulughul Maram karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani)

Imam Syaukani berkata dalam “Al-Fathur Rabbani” tentang hadits tersebut:

والتنصيص على هذه السورة إنما هو لمزيد فضلها وشرفها

“Disebutkannya nama surat tersebut hanya dikarenakan oleh adanya keutamaan dan kemuliaan yang lebih padanya.”

Apakah itu mencakup orang yg hampir mati saja ato termasuk yg sudah mati?

Dalam At-Taysiir, Al-Munawi berkata:

وفي رواية ذكرها ابن القيم عند ( موتاكم ) أي من حضره الموت من المسلمين لأنّ الميت لا يقرأ عليه

“..dalam riwayat yang disebutkan Ibnul Qayyim: yang dimaksud “mautakum” adalah muslim yang akan meninggal dunia, karena mayyit tidak perlu lagi dibacakan.”

Kemudian beliau mengatakan:

أو المراد اقرؤها عليه بعد موته والأولى الجمع

“Atau bisa juga maksudnya adalah bacakanlah setelah kematiannya. Yang paling utama adalah digabungkan.”

Berarti dibaca sebelum dan setelah meninggal. Wallahu a’lam.

قال ابن القيم وخص يس لما فيها من التوحيد والمعاد والبشرى بالجنة لأهل التوحيد وغبطة من مات عليه لقوله يا ليت قومي يعلمون

Ibnul Qayyim mengatakan, “Dikhususkannya Yasin karena di dalamnya terkandung ajaran tauhid, tempat kembali, berita gembira tentang surga untuk ahli tauhid dan kegembiraan orang yang meninggal di atas tauhid karena firman-Nya, “Seandainya kaumku mengetahui…” (At-Taysiir 1/390)
——————————————————-
“Barangsiapa membaca (surat) Yasin pada malam hari dengan mengharap keridoan Allah, ia akan diampuni (dosanya).”

Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam “Shahih”nya, Ibnus Sunni dalam “Amalul Yaumi wal Lailah”, Al Baihaqi dalam “Syuabul Iman” dan lain-lain.

Imam Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya tentang hadits ini, “Sanadnya bagus.”

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitabnya “Nataijul Afkar fi Takhriji Ahaditsil Adzkar” berkata tentang hadits tersebut:

هذا حديث حسن

“Ini adalah hadits hasan.”

Imam Suyuthi mengatakan tentang hadits ini:

هذا إسناد على شرط الصحيح

“Ini adalah sanad yang sesuai standar shahih.” (Sumber: Kitab “Al-La’ali Al-Mashnu’ah” karya Imam Suyuthi)

Imam Syaukani berkata:

حديث من قرأ يس ابتغاء وجه الله غفر له رواه البيهقي عن أبي هريرة مرفوعا وإسناده على شرط الصحيح وأخرجه أبو نعيم وأخرجه الخطيب فلا وجه لذكره في كتب الموضوعات

“Hadits: Barangsiapa membaca Yasin dengan mengharap ridho Allah, ia akan diampuni. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Abu Hurairah secara marfu’ dan sanadnya sesuai standar Shahih. Diriwayatkan juga oleh Abu Nu’aim dan Al-Khathib. Maka, tidak ada alasan memasukkan hadits tersebut ke dalam kitab hadits-hadits maudhu’ (palsu).”

8 Tanggapan

  1. kitab ulama yg kau ruju’ tolong bawakan ke saya kalau memang ada, karena semua ulama yg kau ruju’ itu adalah ulama salaf dan semua kitabx kami pedomani untuk mengambil ilmu di dalamx, maka dari itu kami tau kalau anda ini prmbohong…., ingat kamu akan rasakan namax mati dan kamu akan pertanggung jawabkan perbuatan setanmu itu,,,, ingat sabda Rasulullah barang siapa yang berucap atas nama saya maka siap2 ambil tempat dudukx di neraka….., bertobatlah sebelum kalian mati wahai pengikut iblis atau dajjal kecil….

    • makanya jangan buru buru nyela silakan baca perlahan nanti akan anda temukan jawaban atas pertanyaan anda sendiri..ingat jangan suka mencela akhi

    • Maaf buat yang tidak setuju tentang membaca Yasin..
      Ilmu saya mungkin jauh dibawah anda semua..
      tapi secara umum saja : Yasin adalah bagian dari Al Qur’an..
      Semua tau keutamaan membaca ayat dalam Qur’an..

      Kebanyakan orang salaf yang saya temui masih mentah ilmunya tapi banyak menilai orang lain melakukan bid’ah.
      Mereka melakukan sesuatu “katanya” berdasar sunah.
      Yang tidak ada dalam sunah adalah bid’ah.. wow..
      Sampai2 memanjangkan jenggot termasuk dalam sunah (karena Rasul melakukannya).

      poin 1. Qur’an dg sunnah lebih utama mana?
      poin 2. Sunnah yang harus dicontoh adalah sifat dan tindakannya, bukan dari fisik/lahir Rasul..
      contoh Sifat Rasul : suka bersedekah, sifat lemah lembut, sifat merendahkan suara dalam bertutur kata .
      contoh fisik : berjenggot, bersorban, celana cekak..

      kalau cuma fisik/lahir yang dicontoh dari Rasul, kenapa anda pakai HP? Internet? Laptop? Pakai motor kenapa tidak pakai kuda dan onta?
      harus konsekuen, jangan ngeyel pakai alasan lain..

      Anda pakai sorban dan berjenggot, tapi bekerja di perusahaan?
      Kenapa anda gak berdagang seperti Rasul?

      Anda berdagang tapi masih ada nipu2, contoh : kalo ada yang nawar tapi untungnya cuma sedikit anda bilang “modalnya aja lebih dari itu loh pak”
      apa itu jujur cara berdagang seperti Rasul?

      Anda, istri atau anak anda masuk PNS dengan menyogok? Gak usah ngomongin sunnah deh bro..

      Contohlah sifat Rasul, bukan fisiknya..
      ======================

      Saya sering bertemu dengan orang pengikut salaf, rata2 semuanya ngeyel, mau menang sendiri dan merasa paling benar, tidak menerima pendapat orang lain
      (jangan dibantah dan tolong dipikir apa bener kalau anda ngobrol jadi orang yang tukang ngeyel)

      Hal ini berbanding terbalik kalau orang ketemu dengan orang salaf, orang langsung berpikir orang Islam yang tukang ngeyel..

      Kalau anda masih pakai HP, laptop, Internet, sepeda, motor atau mobil tolong jangan bicara bid’ah tentang orang yang membaca Yasin/tahlilan.
      kalau masih ngeyel, tolong cari hadist tentang HP, Internet, motor dll..
      Dan tolong anak anda dikeluarkan dari sekolah, karena jaman Rasul dan sahabatnya tidak ada sekolah..
      Masih ngeyel lagi, tolong cari hadist yang menyuruh anda menyekolahkan anak.

      kalau masih ngeyel dan membela diri, artinya anda tidak konsekuen dengan ucapan “tidak ada sunnah dan hadistnya!”

      Islam adalah Rahmatan Lil ‘Alamin..
      Rahmat untuk semesta alam..

      catatan penting untuk pengikut shalaf,
      sesuatu yang baik seperti membaca yasin/tahlilan jangan sembarangan dibilang bid’ah..
      anda bilang lagi “tapi di jaman nabi itu tidak ada, tidak ada hadist dan sunnahnya”

      kalau anda masih menjawab seperti itu, tolong sekali lagi carikan saya hadist tentang internet, hp, motor, dan sekolah..

      Tolong jangan bicara dosa dan neraka, karena surga juga belum tentu diboking pengikut anda..

      Dan kalau anda sudah pernah melihat dengan MATA anda bahwa teman2 salafi anda di surga, tolong ceritakan kepada kami yang ada di dunia..

      Assalamualaikum..

      • Maaf anda ngomong seperti ini sudah tahu apa itu Bid’ah? Bid’ah adalah hal baru yang dibuat-buat dan tidak ada sumbernya yang shahih DALAM AGAMA. Apakah hp,laptop,internet,sepeda saya bermasalah dengan agama? Apakah dengan ada sepeda saya jadi mengatakan ‘ dengan sepeda, kita akan dimakmurkan oleh nabi, dengan internet kita akan di sucikan oleh nabi’ dan sejenisnya, TIDAK KAN?

        Perkara isbal(celana cingkrak) itu sudah ada haditsnya ya,
        ما أسفل من الكعبين من الإزار ففي النار
        “Kain yang panjangnya di bawah mata kaki tempatnya adalah neraka” (HR. Bukhari 5787)

        dan jenggot:
        عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ، وَفِّرُوا اللِّحَى، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ! (رواه البخاري: 5892)ـ
        Dari Ibnu Umar r.a., Rosul -shollallohu alaihi wasallam- pernah bersabda: Selisihilah kaum musyrikin, biarkanlah jenggot kalian panjang, dan potong tipislah kumis kalian! (HR. Bukhori: 5892)

  2. Maaf ustadz yazid memberikan penilaian palsu berdasarkan takhrij sbbKeterangan :
    Hadits ini Palsu.
    Ibnul Jauzi mengatakan, hadits ini dari semua jalannya
    adalah batil, tidak ada asalnya.
    Imam Daruquthni berkata : Muhammad bin Zakaria yang
    ada dalam sanad hadits ini adalah tukang memalsukan
    hadits. (Periksa : Al-Maudhu’at, Ibnul Jauzi, I/246-247,
    Mizanul I’tidal III/549, Lisanul Mizan V/168, Al-Fawaidul
    Majmua’ah hal. 268 No. 944).
    Nah seharusnya anda juga membuat takhrij yang sebanding, yaitu contoh Ibnu Katsir bilang sanadnya bagus dan harusnya anda teruskan dengan menyebutkan bhwa sanad tsb benar-benar tdk ada rawi yang dicela.

  3. Namanya juga wahabi/salafy/sururi… penebar kebencian, penabur permusuhan dan perusak silaturahmi/persaudaraan…

    ustadz2nya gaya banget pake gelar Lc, MA dan DR.. yg jelas2 bid’ah… dasar wahabi/salafy/sururi kamu juga ahli bid’ah…..

    • U Pada 28 Feb 2014 12:54, “MENITI JALAN ULAMA SALAFUSHSHALEH..! BUKAN MENITI JALAN ULAMA NEO SALAF.BERSAMA SUWUK ASWAJA MEMBONGKAR KEPLIN-PLANAN FAHAM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • wong tegal anti faham Takfir

  • Page Aswaja di facebook

  • suwuk aswaja
  • Wong tegal anti wahhabi
  • Forum Aswaja Indonesia
  • Membongkar Kesesatan Wahhabi
  • Aqidah Aswaja
  • tempat ngopine wong tegal

    Akmal Mandala di Larangan mendengarkan melihat…
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Bergabunglah dengan 312 pengikut lainnya

  • Komentar Terbaru

    Akmal Mandala di Larangan mendengarkan melihat…
    Ardians Faqih di DUSTA ATAS NAMA IMAM SYAFI…
    Maryanto Yans di MAULID NABI MUHAMMAD SAW
    Faried Zeus di Larangan mendengarkan melihat…
    Ukasyah Ibn di Larangan mendengarkan melihat…
  • Top Posts & Halaman

  • %d blogger menyukai ini: