Membongkar Nyanyian jema’at wahabi


GambarBismillah…
pembaca budiman dalam postingan ini sang faqir akan mencoba membongkar sangkalan dari sebuah blog milik salah satu Jema’at salafy wahhabi.
dalam artikelnya si aki menulis
SUSAHNYA NASEHATI PENGEKOR BID’AH (Hasanah) DAN “PENGIDAP” TAQLID

Yang entah karena emang gak ngerti, atau hanya pura2 gak ngeti.. Adaaa aja kilah mereka dalam membelokkan nasehat / kata2 lawan bicaranya dari maksud yang sebenarnya..

  Kami salafy wahabi Berkata Jangan baca Al qur’an dikuburan, mending dimasjid atau dirumah saja = Dikira melarang baca Al qur’an..
_____________________________________________________
————————————————————————————–
Suwuk menjawab”..anggapan diatas adalah Rekayasa mereka dan sangat dangkal ilmunya mau coba coba berfatwah dengan melarang bahkan sampai menghukumi HHarram membaca alqur’an di kuburan padahal ulama salaf seperti

Imam Syafi’i ra , ulama yang telah diakui oleh jumhur ulama dari dahulu sampai sekarang berkompetensi sebagai Imam Mujtahid Mutlak. Ulama yang paling baik dalam memahami Al Qur’an dan As Sunnah dan Beliau masih bertemu dengan para perawi hadits atau Salafush Sholeh, sebagaimana yang disampaikan oleh Imam Nawawi

 

قَالَ الشَّافِعِيُّ رَحِمهُ اللَّه: ويُسْتَحَبُّ أنْ يُقرَأَ عِنْدَهُ شيءٌ مِنَ القُرآنِ، وَإن خَتَمُوا القُرآن عِنْدهُ كانَ حَسناً

 

“Imam asy-Syafi’i rahimahullah berkata : “disunnahkan agar membaca sesuatu dari al-Qur’an disisi quburnya, dan apabila mereka mengkhatamkan al-Qur’an disisi quburnya maka itu bagus” (Riyadlush Shalihin [1/295] lil-Imam an-Nawawi ; Dalilul Falihin [6/426] li-Imam Ibnu ‘Allan ; al-Hawi al-Kabir fiy Fiqh Madzhab asy-Syafi’i (Syarah Mukhtashar Muzanni) [3/26] lil-Imam al-Mawardi dan lainnya.

 

قال الشافعى : وأحب لو قرئ عند القبر ودعى للميت

 

Imam Syafi’i mengatakan “aku menyukai sendainya dibacakan al-Qur’an disamping qubur dan dibacakan do’a untuk mayyit” ( Ma’rifatus Sunani wal Atsar [7743] lil-Imam al-Muhaddits al-Baihaqi.)

 

Imam Ahmad semula mengingkarinya karena atsar tentang hal itu tidak sampai kepadanya namun kemudian Imam Ahmad ruju’

 

قال الحافظ بعد تحريجه بسنده إلى البيهقى قال حدثنا أبو عبدالله الحافظ قال حدثنا ابو العباس بن يعقوب قال حدثنا العباس بن محمد قال سألت يحي بن معين عن القرأءة عند القبر فقال حدثنى مبشر بن أسماعيل الحلبي عن عبد الرحمن بن اللجلاج عن أبيه قال لبنيه إذا أنا مت فضعونى فى قبرى وقولوا بسم الله وعلى سنه رسول الله وسنوا على التراب سنا ثم إقرأوا عند رأسى أول سوره البقرة وخاتمتها فإنى رأيت إبن عمر يستحب ذلك ,قال الحافظ بعد تخريجه هذا موقوف حسن أخريجه أبو بكر الخلال وأخريجه من رواية أبى موسى الحداد وكان صدوقا قال صلينا مع أحمد على جنازة فلما فرغ من ذفنه حبس رجل ضرير يقرأ عند القبر فقال له أحمد يا هذا إن القراءة عند القبر بدعة فلما خرجنا قال له محمد بن قدامة يا أبا عبد الله ما تقول فى مبشر بن إسماعيل قال ثقة قال كتبت عنه شيئا قال نعم قال إنه حدثنى عن عبد الرحمن بن اللجلاج عن أبيه أنه أوصى إذا دفن أن يقرؤا عند قبره فاتحة البقرة وخاتمتها وقال سمعت ابن عمر يوصى بذلك قال فقال أحمد للرجل فليقرأ. اه

 

al-Hafidh (Ibnu Hajar) berkata setelah mentakhrijnya dengan sanadnya kepada al-Baihaqi, ia berkata ; telah menceritakan kepada kami Abu Abdillah al-Hafidz, ia berkata telah menceritakan kepada kami Abul ‘Abbas bin Ya’qub, ia berkata, telah menceritakan kepada kami al-‘Abbas bin Muhammad, ia berkata, aku bertanya kepada Yahya bin Mu’in tentang pembacaan al-Qur’an disamping qubur, maka ia berkata ; telah menceritakan kepadaku Mubasysyir bin Isma’il al-Halabi dari ‘Abdur Rahman bin al-Lajlaj dari ayahnya, ia berkata kepada putranya, apabila aku telah wafat, letakkanlah aku didalam kuburku, dan katakanlah oleh kalian “Bismillah wa ‘alaa Sunnati Rasulillah”, kemudian gusurkan tanah diatasku dengan perlahan, selanjutnya bacalah oleh kalian disini kepalaku awal surah al-Baqarah dan mengkhatamkannya, karena sesungguhnya aku melihat Ibnu ‘Umar menganjurkan hal itu. Kemudian al-Hafidh (Ibnu Hajar) berkata setelah mentakhrijnya, hadits ini mauquf yang hasan, Abu Bakar al-Khallal telah mentakhrijnya dan ia juga mentakhrijnya dari Abu Musa al-Haddad sedangkan ia orang yang sangat jujur. Ia berkata : kami shalat jenazah bersama bersama Ahmad, maka tatkala telah selesai pemakamannya duduklah seorang laki-laki buta yang membaca al-Qur’an disamping qubur, maka Ahmad berkata kepadanya ; “hei apa ini, sungguh membaca al-Qur’an disamping qubur adalah bid’ah”. Maka tatkala kami telah keluar, berkata Ibnu Qudamah kepada Ahmad : “wahai Abu Abdillah, apa komentarmu tentang Mubasysyir bin Isma’il ? “, Ahmad berkata : tsiqah, Ibnu Qudamah berkata : engkau menulis sesuatu darinya ?”, Ahmad berkata : Iya. Ibnu Qudamah berkata : sesungguhnya ia telah menceritakan kepadaku dari Abdur Rahman bin al-Lajlaj dari ayahnya, ia berpesan apabila dimakamkan agar dibacakan pembukaan al-Baqarah dan mengkhatamkannya disamping kuburnya, dan ia berkata : aku mendengar Ibnu ‘Umar berwasiat dengan hal itu, Maka Ahmad berkata kepada laki-laki itu “lanjutkanlah bacaaanmu”.Abdul Haq berkata : telah diriwayatkan bahwa Abdullah bin ‘Umar –radliyallahu ‘anhumaa- memerintahkan agar dibacakan surah al-Baqarah disisi quburnya dan diantara yang meriwayatkan demikian adalah al-Mu’alla bin Abdurrahman..
kemudian salaf wahabi berkata
==> Sholat fardhu lebih baik jama’ah dimasjid, jangan sendiri dirumah = Dikira melarang sholat..
__________________________________________________________________
——————————————————————————————–
Suwuk Menjawab”ini adalah Konyol justru yang sering mengajak untuk sholat berjamaah itu bukan wahabi tapi nahdiyin dan jamaah tabligh yang di vonis sesat oleh faham takfir ini
mereka berkata”
==> Jangan shalawatan, apalagi bareng2, apalagi diiringi musik, itu mirip orang nyanyi-nyanyi.. Apalagi shalawatnya bukan dari Nabi = Dikira melarang Baca Shalawat..
________________________________________________________
————————————————————————————–
Suwuk menjawab”sayang sekali si aki bicara via dumai andai saja berani berbicara demikian di depan saya atau di depan jamaah mungkin tidak akan berani berkoar2..
saya rasa anggapan ini terlalu ghuluww
salafy wahhabi berkata”
==> Jangan melakukan ritual Tahlilan, Rasulullah tidak mencontohkannya ­ = Dikira melarang baca Tahlil..
_____________________________________________________________
————————————————————————————————–
suwuk menjawab”aswaja mengatakan gak usah bagi bagi tauhid jadi tiga ini bikin bingung dan sangat subhat karena hal ini tidak di contohkan oleh nabi saw dan sahabat tapi dikira aswaja menentang dawah tauhid versi mereka
salafy wahabi berkata”
==> Jangan melakukan maulidan, para sahabat yang lebih cinta Rasulullah saja tidak melakukannya = Dikira tidak cinta Rasulullah shallallahu alaihi wasallam..
———————————————————————–
———————————————————————–
suwuk menjawab”wau kalu maulid raja saudi kok ulama wahabi pada diem uyah apa takut di pecat jd mufti arab ???

==> Jangan Tawassul dikuburan, bisa jatuh terhadap kesyirikan = Dikira melarang Ziarah kubur..
———————————————————————————
____________________________________________________
Suwuk menjawab”baca yang ini aki https://hujahahlusunnah.wordpress.com/2013/03/10/ulama-wahabi-membolehkan-berdoa-di-kuburan-namun-umatnya-ada-yang-kontra-inilah-bukti-ajaran-plin-plan-ala-wahhabi/
salafy wahabi berkata”
==> Jangan dikit-dikit yasinan, baca saja Alqur’annya semua, apalagi dikhuskan waktunya, apalagi pahalanya untuk dikirimkan ke mayit = Dikira melarang baca Surat Yasin..
______________________________________________________
————————————————————————————
Suwuk menjawab”lebih dungu si aki ini ,baca yang ini aki biar tau asatid anda mati kutu https://hujahahlusunnah.wordpress.com/2013/03/10/yazid-bin-abdul-qadir-jawwas-terperanjat-ketika-hujahnya-dapat-di-patahkan-hadist-ahsan-dianggap-palsu-tentang-fadilah-membaca-yasin/

MasyaAllah begitulah pola pikir mereka ..faham yang membawa umat pada keplin-planan..
justru kalau kita kaji lebih dalam bagaimana pemahaman mereka maka akan kita temukan kerancuan dari ajaran mereka ,antaranya adalah Mereka kepala batu memahami bahwa semua bentuk bid’ah adalah sesat akan tetapi mereka membagi Bid’ah kepada dua bagian yaitu bid’ah agama dan bid’ah dunia..padahal jika hanya melihat teks hadistnya di situ Nabi tidak memberikan pengecualian..

sekedar saran saja jika ingin tau bagaimana rancunya faham salafy wahabi silakan baca semua artikel yang sang faqir suguhkan..di dalam artikel blog ini sangat valid refesinya ..
harapan saya kepada pembaca semoga di jauhkan dari fitnah wahabi dan bagi pemula wahabi atau wahabi karbitan semoga saja bisa kembali pada aswaja selagi ajal belum menjemput..
ingatlah saudaraku Islam itu bukan saja gamis jenggot jidat hitam jubah celana cingkrang melainkan makhkota jiwa berbudi luhur..
kalau cuma fisik saja maka aby jahal abu lahab lebih nyunnah akan tetapi meteka di laknat Allah karena akhlaknya yang bejad salah satunya adalah tukang fitnah…
Na’udzubillah

Satu Tanggapan

  1. syukron ilmunya ustadz..bermanfaat sekali

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • wong tegal anti faham Takfir

  • Page Aswaja di facebook

  • suwuk aswaja
  • Wong tegal anti wahhabi
  • Forum Aswaja Indonesia
  • Membongkar Kesesatan Wahhabi
  • Aqidah Aswaja
  • tempat ngopine wong tegal

    Akmal Mandala di Larangan mendengarkan melihat…
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Bergabunglah dengan 312 pengikut lainnya

  • Komentar Terbaru

    Akmal Mandala di Larangan mendengarkan melihat…
    Ardians Faqih di DUSTA ATAS NAMA IMAM SYAFI…
    Maryanto Yans di MAULID NABI MUHAMMAD SAW
    Faried Zeus di Larangan mendengarkan melihat…
    Ukasyah Ibn di Larangan mendengarkan melihat…
  • Top Posts & Halaman

  • %d blogger menyukai ini: