FIRANDA (SALAFY VS SALAFY)


Oleh Al-Ustadz Abu Muawiyah Askari
Hafizhahullah
Sungguh mengejutkan tulisan Firanda akhir-
akhir
ini yang terkesan membabi-buta dan
serampangan, lebih terkhusus lagi dalam
menjatuhkan dan cercaan terhadap manhaj salah
seorang ulama ahlus sunnah yang masyhur, Al-
Allamah Rabi’ Bin Hadi Al-Madkhali
Hafizhahullah Ta’ala, bahwa Beliau memiliki
manhaj yang “mutasyaddid”, dan bermanhaj
khawarij, dan menuduh salafiyin dengan tuduhan
jama’ah tahdzir,dan yang lainnya, sebagaimana
yang akan kita terangkan dalam tulisan ini insya
Allah.
Namun dari sisi lain, jika kita melihat kondisi
Firanda yang sejak sebelumnya telah melakukan
pembelaan gigih terhadap Hizbiyah Ihya At-
Turats
dengan berbagai macam dalih, hal ini merupakan
hal yang lumrah, yang biasa dilakukan oleh
musuh-musuh dakwah salafiyah yang menuduh
bahwa Syaikh Rabi’ Hafizhahullah memiliki
manhaj
yang berbeda dengan manhaj para ulama
ahlussunnah, sebagaimana halnya Al-Allamah
Muhammad Aman Al-Jami rahimahullah yang
dituduh oleh Hizbiyun bahwa Beliau memiliki
manhaj yang berbeda dengan manhaj para ulama
ahlussunnah, sehingga bermunculan gelar- gelar
buruk yang disematkan kepada dua alim ini
dengan sebutan “Al-Jamiyah”, artinya pengikut
Muhammad Aman Al-Jami rahimahullah, atau
sebutan “Al-Madkhaliyah:, yang artinya pengikut
Rabi’ Al-Madkhali Hafizhahullah, seperti halnya
gelar sebagian mereka terhadap ahlussunnah
dengan sebutan “Wahabi”.
Al-Allamah Saleh Al-Fauzan Hafizhahullah
ditanya
tentang kedua ulama: Syaikh Muhammad Aman
Al-Jami, dan Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali,
maka Beliau menjawab:
ﻓﺄﺟﺎﺏ ﺑﻘﻮﻟﻪ : ‏( ‏( ﺩﻋﻮﻧﺎ ﻣﻦ ﺍﻷﻓﺮﺍﺩ ﻭﺍﻟﻘﻴﻞ ﻭﺍﻟﻘﺎﻝ ،
ﺍﻟﻤﺸﺎﻳﺦ
ﺇﻥ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻴﻬﻢ ﺧﻴﺮ ، ﻭﻓﻴﻬﻢ ﺑﺮﻛﺔ ﻟﻠﺪﻋﻮﺓ ﺍﻟﺴﻠﻔﻴﺔ ،
ﻭﺗﻌﻠﻴﻢ ﺍﻟﻨﺎﺱ ، ﻓﻠﻮ ﻣﺎ ﺃﺭﺿﻮ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓﺎﻟﺮﺳﻮﻝ ﻣﺎ
ﺃﺭﺿﻰ ﻛﻞ ﺍﻟﻨﺎﺱ ، ﻫﻨﺎﻙ ﺳﺎﺧﻄﻴﻦ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﺻﻠﻰ
ﺍﻟﻠﻪ
ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ، ﻣﺴﺄﻟﺔ ﺍﻟﻨﻔﺴﺎﻧﻴﺎﺕ ﻭﺍﻷﻫﻮﺍﺀ ﻫﺬﻩ ﻻ ﺍﻋﺘﺒﺎﺭ
ﺑﻬﺎ ، ﺍﻟﻤﺸﺎﻳﺦ ﻧﺤﺴﻦ ﺑﻬﻢ ﺍﻟﻈﻦ ، ﻭﻣﺎ ﻋﻠﻤﻨﺎ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺇﻻ
ﺍﻟﺨﻴﺮ ﺇﻥ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻭﻧﺪﻋﻮ ﻟﻬﻢ ﺑﺎﻟﺘﻮﻓﻴﻖ .
“Tinggalkan penyebutan orang-perorang dan
penukilan yang tidak jelas, para masyayikh insya
Allah pada mereka ada kebaikan, pada mereka
terdapat berkah dakwah salafiyah, dan memberi
ilmu kepada manusia, meskipun tidak
menyenangkan sebagian manusia. Rasulullah
shallallohu ‘alaihi wasallam, tidak membuat
semua
orang senang kepadanya, di sana ada orang-
orang
yang membenci Rasul shallallohu ‘alaihi
wasallam,
adapun permasalahan perasaan dan hawa nafsu,
maka ini tidak teranggap.Para masyayikh… kita
berbaik sangka kepada mereka, kami tidak
mengetahui pada mereka kecuali kebaikan insya
Allah, dan kami mendoakan taufik kepada
mereka.”
( http://www.sahab.net/forums/index.php ?
showtopic=124706 )
Betapa jauhnya perbedaan antara penjelasan Al-
Allamah Saleh Al-Fauzan Hafizhahullah dengan
penjelasan “Syaikh sesat” Firanda yang durjana.
Al-Allamah Al-Fauzan mengatakan:
“para masyayikh insya Allah pada mereka ada
kebaikan”
Syaikh Firanda -Hadahullah- berkata:
“manhajnya berbeda dengan manhaj ulama
kibar”
Syaikh Saleh Al-Fauzan berkata:
“pada mereka terdapat berkah dakwah salafiyah”
Syaikh Firanda berkata:
“Barangsiapa yang mau jujur dalam mengamati
sepak terjang Syaikh Rabi’ Al-Madkhali, maka ia
akan mendapati bahwa manhaj Beliau –
khususnya
dalam masalah tahdzir dan tabdi’- sangatlah
jauh
berbeda dengan manhaj tiga imam
dakwahsalafiyah
zaman ini, yaitu Syaikh Bin Baaz, Syaikh Al-
Albani, dan Syaikh Al-Utsaimin rahimahumullah,
ini adalah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri…”
Saya berkata: iya, ini adalah kesimpulan sesat
Firanda yang tidak bisa dipungkiri…
Syaikh Al-Fauzan berkata, bahwa Beliau memberi
ilmu kepada manusia.
Syaikh Firanda berkata:
“Manhaj Syaikh Rabi’ Al-Madkhali yang
mutasyaddid (keras)”.
Syaikh Al-Fauzan berkata:
“…meskipun tidak menyenangkan sebagian
manusia. Rasulullah shallallohu ‘alaihi
wasallam, tidak membuat semua orang senang
kepadanya, di sana ada orang- orang yang
membenci Rasul n, adapun permasalahan
perasaan
dan hawa nafsu, maka ini tidak teranggap…”
Firanda termasuk yang tidak senang kepada
beliau,
suka mengikuti perasaan dan hawa nafsunya,
Allahul musta’aan.
Syaikh Al-Fauzan berkata:
“….Para masyayikh kita berbaik sangka kepada
mereka, kami tidak mengetahui pada mereka
kecuali kebaikan insya Allah, dan kami
mendoakan
taufik kepada mereka.”
Syaikh Firanda mengatakan “Ternyata Syaikh
Rabi’
juga menyelisihi manhaj para ulama kibar
ahlussunnah abad ini…” dan berkata “….tentunya
ini berarti Syaikh Rabi’ menyelisihi manhaj salaf
dan kesepakatan mereka….”
Para pembaca yang budiman, kira-kira diantara
dua pendapat ini, manakah yang kuat? pendapat
Al-Allamah Saleh Al-Fauzan Hafizhahullah yang
tidak diragukan keilmuannya dan kesalafiya-
annya,
yang tidak mengeritik sama sekali tentang
manhaj
Syaikh Rabi’ Al-Madkhali Hafizhahullah, yang
kalau
seandainya syaikh Rabi’ memiliki penyimpangan
dalam manhaj salafi, termasuk dalam hal
mentahdzir dan mentabdi’, tentu sudah beliau
terangkan kepada umat, sebab tidak menjelaskan
sesuatu dimasa dibutuhkannya penjelasan
tersebut
merupakan hal yang tidak diperbolehkan.
Ataukah pendapat Al-Muta’aalim Firanda yang
durjana yang melecehkan dan merendahkan
kedudukan Syaikh Rabi’ Hafizhahullah, yang
membangun pernyataannya diatas kesimpulan
perasaan dan hawa nafsunya?
Menurut saya, pendapat syaikh Saleh Al-Fauzan
Hafizhahullah tentu lebih rajih dan lebih kuat,
karena yang dapat menilai seseorang yang
memiliki sebuah keutamaan, hanyalah orang
yang
memiliki keutamaan pula.
Al-Allamah Abdurrahman Muhyiddin
Hafizhahullah
tatkala Beliau ditanya tentang: adakah kelompok
yang disebut Al-Jamiyah dan Al-Madakhilah?,
Beliau menjawab:
ﺃﻭﻻ ﻻ ﺗﻮﺟﺪ ﻓﺮﻗﺔ ﺗﺴﻤﻰ ﺟﺎﻣﻴﺔ ﻭﻻ ﺗﻮﺟﺪ ﻓﺮﻗﺔ ﺗﺴﻤﻰ
ﻣﺪﺧﻠﻴﺔ ﻭﻻ ﻳﻮﺟﺪ ﺣﺰﺏ ﻳﺴﻤﻰ ﺟﺎﻣﻲ ﺃﻭ ﻣﺪﺧﻠﻲ ﻭﺇﻧﻤﺎ
ﻫﺬﻩ ﻛﻠﻤﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﺭﺩﺩﻫﺎ ﻭﺳﻤﻌﻬﺎ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﺸﺒﺎﺏ
ﻭﺭﺩﺩﻭﻫﺎ ﻣﻌﻪ , ﺟﺎﺅﻭﺍ ﻟﻠﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﺃﻣﺎﻥ ﺍﻟﺠﺎﻣﻲ ﻭﻫﻮ
ﺷﻴﺨﻨﺎ ﺩﺭﺳﻨﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﺎﻣﻌﺔ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ ﻭﻋﺮﻓﻨﺎﻩ ﻣﻦ ﺧﻴﺮﺓ
ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ . ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﺃﻣﺎﻥ ﺍﻟﺠﺎﻣﻲ ﺷﻴﺨﻨﺎ ﻣﻦ ﺧﻴﺮﺓ
ﺍﻟﻤﺸﺎﻳﺦ ﻣﻦ ﺃﻓﺎﺿﻞ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻣﺸﺎﻳﺦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺸﻴﺦ
ﺭﺑﻴﻊ ﺑﻦ ﻫﺎﺩﻱ ﻛﺬﻟﻚ ﻣﻦ ﻣﺸﺎﻳﺨﻨﺎ ﻭﺇﺧﻮﺍﻧﻨﺎ ﻭﻫﻮ ﺣﻲ
ﻳﺮﺯﻕ
ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺪﻳﻨﺔ ‏( ﺛﻢ ﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﻣﻜﺔ ‏) ﺃﺧﻼﻕ ﻋﺎﻟﻴﺔ ﻭﻋﻠﻢ ﺟﻴﺪ
ﻳﺰﻭﺭﻩ ﺍﻟﻄﻼﺏ ﻭﻫﻤﺎ ﻣﻦ ﺧﻴﺎﺭ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻭﻟﻜﻦ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ
ﻳﺘﻜﻠﻢ
ﻋﻠﻰ ﺃﻟﺴﻨﺔ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺣﺘﻰ ﻳﻨﻔﺮﻭﻫﻢ ﻋﻦ ﺍﻟﺴﻨﺔ
ﻭﻳﻨﻔﺮﻭﻫﻢ ﻋﻦ ﺍﻟﺤﻖ ﻭﻳﻨﻔﺮﻭﻫﻢ ﻋﻦ ﻣﻨﻬﺞ ﺍﻟﺴﻠﻒ , ﻫﺬﺍ
ﺧﻈﺄ , ﻻ ﺗﺴﻤﻌﻮﺍ ﻟﻬﺬﺍ ﺍﻟﻜﻼﻡ . ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﻓﻴﻪ ﻓﺮﻗﺔ ﺟﺎﻣﻴﺔ
ﻣﺪﺧﻠﻴﺔ ﻧﻘﻮﻝ : ﻻ ﻣﺎ ﻫﻮ ﺻﺤﻴﺢ , ﻟﻴﺲ ﺑﺼﺤﻴﺢ ﻭﺇﻧﻤﺎ
ﻓﻴﻪ
ﻋﻠﻤﺎﺀ ﻳﻔﻬﻤﻮﻥ ﺍﻟﺴﻠﻒ . ﺣﺴﺪ ﻫﺬﺍ ﺣﺴﺪ ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ ﺑﻪ ﻣﻦ
ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ , ﺟﺎﺀ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻓﻲ ﻗﻠﻮﺑﻬﻢ ﺣﺴﺪﻭﺍ , ﺍﻟﺸﻴﺦ
ﺭﺑﻴﻊ
ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻳﺴﺘﻔﻴﺪ ﻣﻨﻪ ﻭﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﺃﻣﺎﻥ , ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻳﺴﺘﻔﻴﺪ
ﻣﻨﻪ ﻓﺄﺭﺍﺩﻭﺍ ﺃﻥ ﻳﺼﺪﻭﺍ . ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻳﺘﻜﻠﻢ ﺃﻭ ﻻ ﻳﺘﻜﻠﻢ؟
ﺳﻤﻌﺘﻢ ﻛﻼﻣﻪ؟ ﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﻏﺰﻭﺓ ﺃﺣﺪ : ﺃﻻ ﺇﻥ ﻣﺤﻤﺪﺍ ﻗﺪ
ﻣﺎﺕ , ﻣﻦ ﺗﻜﻠﻢ ﺑﻬﺬﺍ ﺍﻟﻜﻼﻡ ؟ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ , ﺍﻵﻥ
ﻗﺎﻟﻮﺍ :
ﺍﻟﺠﺎﻣﻴﺔ ﺍﻟﻤﺪﺧﻠﻴﺔ ﻓﺮﻗﺔ ﺿﺎﻟﺔ , ﻣﺎ ﻓﻴﻪ ﻻ ﺟﺎﻣﻴﺔ ﻭﻻ
ﻣﺪﺍﺧﻠﺔ , ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﺃﻣﺎﻥ ﺍﻟﺠﺎﻣﻲ ﻭﺍﻟﺸﻴﺦ ﺭﺑﻴﻊ ﺑﻦ
ﻫﺎﺩﻱ
ﺍﻟﻤﺪﺧﻠﻲ ﻋﻠﻤﺎﺀ ﻓﻀﻼﺀ ﻃﻴﺒﻴﻦ ﻳﺴﺘﻔﺎﺩ ﻣﻨﻪ .
ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻨﺒﺰﺓ ﻭﺍﻻﺳﻢ ﺃﻭﻝ ﻣﻦ ﻧﻄﻖ ﺑﻪ ﺷﻴﻄﺎﻥ ﺛﻢ ﺍﻹﺧﻮﺍﻥ
ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﻟﻴﻨﻔﺮﻭﺍ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻷﻥ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺭﺑﻴﻊ
ﺗﻜﻠﻢ , ﻗﺎﻝ : ﺍﻹﺧﻮﺍﻥ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﻋﻨﺪﻫﻢ ﺃﺧﻄﺎﺀ , ﺳﻴﺪ
ﻗﻄﺐ
ﻋﻨﺪﻩ ﺃﺧﻄﺎﺀ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﻟﻠﻨﺎﺱ ﺃﻥ ﻳﻨﺘﺒﻬﻮﺍ ¸ ﺳﻴﺪ ﻗﻄﺐ ﻣﺎ
ﻫﻮ
ﻣﺎﺵ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻋﻨﺪﻩ ﺃﺧﻄﺎﺀ , ﻓﻘﺎﻟﻮﺍ : ﻫﺆﻻﺀ ﻣﺪﺍﺧﻠﺔ
ﺟﺎﻣﻴﺔ ﺿﻼﻝ ,ﻳﻨﻔﺮ ﺍﻟﻨﺎﺱ , ﻫﺬﺍ ﺧﻄﺄ . ﻛﻠﻨﺎ ﺭﺍﺩ
ﻭﻣﺮﺩﻭﺩ ﻋﻠﻴﻪ ﺇﻻ ﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﻘﺒﺮ ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝ ﻣﺎﻟﻚ , ﻗﻞ ﻫﺎﺗﻮﺍ
ﺑﺮﻫﺎﻧﻜﻢ ﺇﻥ ﻛﻨﺘﻢ ﺻﺎﺩﻗﻴﻦ . ﻓﻬﺬﻩ ﺍﻟﻜﻠﻤﺔ ﺃﻭﻝ ﻣﻦ ﻧﻄﻖ
ﺑﻬﺎ
ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﺛﻢ ﻧﻄﻖ ﺑﻬﺎ ﺍﻹﺧﻮﺍﻥ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ ﻣﻦ
ﺍﻟﺴﺮﻭﺭﻳﻴﻦ ﻭﺍﻟﺼﻮﻓﻴﻴﻦ ﺧﺘﻰ ﻳﻨﻔﺮﻭﺍ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻨﺔ ))
“ Pertama: tidak ditemukan ada satu kelompok
yang disebut Jamiyah, dan tidak ditemukan
kelompok yang disebut Madkhaliyah, dan tidak
ada
satu hizbiyah yang disebut Jami atau Madkhali.
Namun ini merupakan kalimat yang berasal dari
setan yang ia dendangkan lalu didengarkan oleh
sebagian pemuda yang bersama setan, yang
mereka tujukan kepada Syaikh Muhammad Aman
Al-Jami, dan Beliau adalah Syaikh kami, Beliau
mengajari kami di Jami’ah Islamiyah, dan kami
mengenalnya termasuk ulama terbaik. Syaikh
Muhammad Aman Al-Jami adalah syaikh kami,
termasuk masayikh terbaik, termasuk ulama
yang
mulia, masyayikh ahlussunnah. Syaikh Rabi’ bin
Hadi demikian pula, termasuk diantara syaikh
kami
dan saudara kami, dan Beliau masih hidup
dalam
keadaan mendapat rezki di Madinah (lalu Beliau
mengatakan: di Makkah), memiliki akhlak yang
mulia dan ilmu yang bagus, para penuntut ilmu
sering mengunjungi Beliau. Keduanya termasuk
ulama terbaik, namun setan berbicara melalui
lisan
sebagian manusia hingga membuat mereka lari
dari sunnah dan membuat mereka lari dari
kebenaran, dan membuat mereka lari dari manhaj
salaf. Ini merupakan kesalahan, jangan kalian
mendengar ucapan ini, siapa yang mengatakan :
ada kelompok Jamiyah Madkhaliyah, maka kita
mengatakan: tidak, ini tidak benar, namun yang
ada adalah ulama yang berpaham dengan
pemahaman salaf. Ini hasad, hasad yang mereka
ucapkan dari setan, setan mendatangi hati-hati
mereka yang menyebabkan mereka hasad.
Syaikh
Rabi’ banyak diambil faedahnya oleh manusia,
demikian pula Syaikh Muhammad Aman,
manusia
mengambil faedah darinya, lalu mereka ini ingin
memalingkan manusia darinya. Setan berbicara
atau tidak?, kalian telah mendengar
ucapannya?, setan berkata dalam perang uhud:
ketahuilah, sesungguhnya Muhammad telah
mati”,
siapa yang mengucapkan perkataan ini? Demi
Allah… setan. Sekarang mereka berkata: Al-
Jamiyah Al-Madkhaliyah adalah kelompok sesat.
Tidak ada sama sekali baik Jamiyah ataupun
Madkhaliyah. Namun yang ada adalah
Muhammad
Aman Al-Jami dan Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-
Madkhali adalah ulama yang memiliki
keutamaan,
yang baik, dan diambil faedah darinya.
Gelar dan penamaan buruk ini, yang pertama kali
mengucapkannya adalah setan, kemudian
ikhwanul
muslimin. Untuk membuat manusia
meninggalkan
sunnah, sebab Syaikh Rabi’ berbicara, Beliau
berkata: Ikhwanul muslimin memiliki
penyimpangan-penyimpangan, Sayyid Quthub
memiliki penyimpangan- penyimpangan,
seharusnya manusia berhati-hati. Sayyid Quthub
tidak berjalan diatas sunnah, ia memiliki
penyimpangan. Maka mereka berkata: mereka ini
Madkhaliyah Jamiyah orang-orang sesat, agar
manusia meninggalkannya, ini merupakan
kesalahan. Setiap kita bisa menolak dan tertolak
ucapannya kecuali penghuni kuburan ini (yaitu
Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam, pen-)
sebagaimana yang dikatakan Imam Malik,
datangkanlah bukti jika kalian orang-orang yang
jujur. Kalimat ini yang pertama kali
mengucapkannya adalah setan, lalu diucapkan
oleh Ikhwanul muslimin dan yang selainnya dari
kalangan sururiyin, kaum shufi, agar manusia
meninggalkan sunnah.”
(Transkrip dari rekaman ceramah beliau dari
youtube yang berjudul : ﻫﻞ ﻳﻮﺟﺪ ﻓﺮﻗﺔ ﺟﺎﻣﻴﺔ
ﻣﺪﺧﻠﻴﺔ )
Perhatikanlah bagaimana ulama berbicara dan
memberi penilaian kepada seorang Alim salafi,
lalu
bandingkan dengan ucapan da’i khalafi Firanda,
maka kalian akan melihat perbandingan yang
sangat jauh, sejauh timur dengan barat.
Syaikh Abdurrahman Muhyiddin mengatakan
tentang Syaikh Rabi’:
“…memiliki akhlak yang mulia dan ilmu yang
bagus….”
Namun Firanda mengatakan “manhajnya
mutasyaddid”..
Syaikh mengatakan tentang Muhammad Al-Jami
dan Rabi’ Al-Madkhali:
“…. Keduanya termasuk ulama terbaik…”
Namun Firanda mengatakan: “…Ternyata Syaikh
Rabi’ juga menyelisihi manhaj para ulama kibar
ahlussunnah abad ini…”
Syaikh Abdurrahman Muhyiddin berkata:
“..Syaikh Rabi’ banyak diambil faedahnya oleh
manusia, demikian pula Syaikh Muhammad
Aman,
manusia mengambil faedah darinya, lalu mereka
ini ingin memalingkan manusia darinya. Setan
berbicara atau tidak?, kalian telah mendengar
ucapannya?, setan berkata dalam perang uhud:
ketahuilah, sesungguhnya Muhammad telah
mati”,
siapa yang mengucapkan perkataan ini? Demi
Allah… setan…..”
Namun Firanda mengatakan:
“….tentunya ini berarti Syaikh Rabi’ menyelisihi
manhaj salaf dan kesepakatan mereka….”
Lalu, siapakah yang lebih berhak diambil
ucapannya, Al-Allamah Abdurrahman Muhyiddin
Hafizhahullah yang memberi penilaian dengan
keilmuan dan keutamaan yang Beliau miliki, atau
Firanda, seorang murid durjana yang telah
menyelisihi ulama ahlus sunnah, dan mengikuti
langkah-langkah setan?
Al-Allamah Abdul Aziz Ar-Rajihi Hafizhahullah
ditanya tentang Syaikh Rabi’ Al-Madkhali
Hafizahullah, apakah kitab-kitab Beliau dan juga
kaset-kasetnya boleh didengarkan?, maka Beliau
menjawab:
ﻓﻘﺎﻝ : “ ﻧﻌﻢ، ﻻ ﺑﺄﺱ ﺑﻬﺎ، ﻛﺘﺒﻪ ﻭﺃﺷﺮﻃﺘﻪ ﻣﺎ ﺭﺃﻳﻨﺎ ﻓﻴﻬﺎ
ﻣﺎ
ﻳﻨﺘﻘﺪ، ﻣﺎ ﺍﻧﺘﻘﺪﺕ ﻓﻴﻬﺎ ﺷﻴﺌﺎً، ﺃﺷﺮﻃﺘﻪ ﺟﻴّﺪﺓ، ﻭﻛﺘﺒﻪ
ﺟﻴﺪﺓ
ﻭﻣﻔﻴﺪﺓ “
“Iya , tidak mengapa. Kitab-kitabnya, Kaset-
kasetnya, kami tidak melihat ada sesuatu yang
perlu dikritik, saya tidak mengeritik sesuatupun
padanya, kaset-kasetnya bagus, kitab-kitabnya
juga bagus dan memberi faedah.”
Beliau juga ditanya:
“Ada sebagian orang menuduh orang yang
berpegang kepada manhaj salafi bahwa dia
kelompok Jami, dan mentahdzir Syaikh Rabi’,
Syaikh Najmi, dan Syaikh Zaid bin Muhammad
Hadi Al Madkhali, dan yang lainnya dari para
ulama?”
Maka beliau menjawab:
ﻓﺄﺟﺎﺏ ﺑﻘﻮﻟﻪ :” ﺍﻷﻟﻘﺎﺏ ﻻ ﺗﻐﻴّﺮ، ﺍﻟﻨﺒﺰ ﺑﺎﻷﻟﻘﺎﺏ ﻻ ﻳﺼﻠﺢ،
ﺍﻟﻤﻬﻢ ﺛﻘﻞ ﺍﻟﺸﺨﺺ، ﺍﻟﻤﺸﺎﻳﺦ ﻧﻌﺮﻑ ﺃﻥ ﻣﻌﺘﻘﺪﻫﻢ ﺳﻠﻴﻢ،
ﻭﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ، ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺭﺑﻴﻊ ﻭﺍﻟﺸﻴﺦ ﺃﺣﻤﺪ
ﻭﺍﻟﺸﻴﺦ ﺯﻳﺪ ﻻ ﻏﺒﺎﺭ ﻋﻠﻴﻬﻢ .”
“Gela-gelar itu tidak boleh dirubah, menyebut
gelar
buruk tidak diperbolehkan, yang terpenting
adalah
bobot seseorang, para masyayikh kami
mengenal
bahwa keyakinan mereka benar, dan termasuk
ahlussunnah wal-jama’ah, Syaikh Rabi’, Syaikh
Ahmad, dan Syaikh Zaid, tidak diragukan atas
mereka.”
( http://www.sahab.net/forums/index.php ?
showtopic=124706 )
Subhanallah!, sungguh sangat jauh berbeda
antara
penilaian seorang alim yang menilai dengan
insaf,
dengan seorang da’i yang menuruti perasaan
dan
hawa nafsunya. Lihatlah, Syaikh Abdul Aziz Ar-
Rajihi yang berkata tentang kaset-kaset dan
kitab-
kitab Syaikh Rabi’:
“Iya, tidak mengapa. Kitab-kitabnya, Kaset-
kasetnya, kami tidak melihat ada sesuatu yang
perlu dikritik, saya tidak mengeritik sesuatupun
padanya, kaset-kasetnya bagus, kitab- kitabnya
juga bagus dan memberi faedah.”
Lalu bandingkan dengan ucapan Da’i Khalafi
Firanda yang mencela manhaj Syaikh Rabi’ dan
menuduhnya menyelesihi manhaj para ulama
kibar???.
lalu anda wahai Firanda, ulama siapa yang
bersama anda dan yang sependapat dengan
anda
dalam memberi penilaian kepada Syaikh Rabi’
bahwa:
– Manhajnya mutasyaddid dalam hal tahdzir
mentahdzir dan tabdi’ mentabdi’
– Manhaj Beliau dalam tahdzir dan tabdi’
menyelisihi manhaj tiga imam dakwah salafiyah
– Bermanhaj khawarij
Sammuu lanaa rijaalakum, agar kita mengetahui
siapa ulama kibar yang sejalan dengan anda
dalam memberi kesimpulan tentang manhaj
Syaikh
Rabi’ Hafizhahullah. Hal ini bukan berarti bahwa
kami mendudukkan perkataan Syaikh Rabi’
seperti
wahyu yang turun dari langit, seperti yang
diucapkan Firanda yang gemar berdusta, namun
karena kami melihat, dan itulah yang dilihat oleh
para ulama kibar, bahwa Syaikh Rabi’ dalam
membantah ahli bid’ah selalu menyertakan
bantahannya dengan hujjah dan dalil, dan itu
sangat nampak sekali bagi yang menelaah kitab-
kitab dan kaset-kaset Beliau.
Sengaja saya menukil tiga perkataan para ulama
diatas, meskipun rekomendasi para ulama
terhadap Syaikh Rabi’ sangat banyak sekali, baik
yang masih hidup maupun yang telah
meninggal,
yang termasuk pula diantaranya tiga imam
dakwah
salafiyah dijaman ini, Syaikh Bin Baaz, Syaikh
Al-
Albani, dan Syaikh Ibnu Utsaimin
Rahimahumullah.
Namun tujuan saya menukil fatwa ulama yang
masih hidup, untuk menunjukkan bahwa tidak
ada
perubahan pada manhaj Syaikh Rabi’ setelah
wafatnya tiga imam dakwah tersebut, dan para
ulama senantiasa ridha kepada Beliau, baik
aqidahnya, demikian pula manhajnya, termasuk
dalam hal mentahdzir dan mentabdi’.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • wong tegal anti faham Takfir

  • Page Aswaja di facebook

  • suwuk aswaja
  • Wong tegal anti wahhabi
  • Forum Aswaja Indonesia
  • Membongkar Kesesatan Wahhabi
  • Aqidah Aswaja
  • tempat ngopine wong tegal

    Akmal Mandala di Larangan mendengarkan melihat…
  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Bergabunglah dengan 312 pengikut lainnya

  • Komentar Terbaru

    Akmal Mandala di Larangan mendengarkan melihat…
    Ardians Faqih di DUSTA ATAS NAMA IMAM SYAFI…
    Maryanto Yans di MAULID NABI MUHAMMAD SAW
    Faried Zeus di Larangan mendengarkan melihat…
    Ukasyah Ibn di Larangan mendengarkan melihat…
  • Top Posts & Halaman

  • %d blogger menyukai ini: